Art of Teaching

Pada dasarnya saya tidak suka dengan anak-anak. Tetapi, ajaib nya.... hidup selalu membawa saya mendekat dengan mereka.

seperti sekarang.
bahkan hampir setiap hari.
senin - jumat. 8 jam non stop.


oke. sebelumnya.
Perkenalkan. I'm Nissa. I'm a teacher.
and for the next paragraphs. I'll share my story about me and them.

Saya mengajar di sekolah ini sejak Juli 2017. Masih terhitung baru banget dan bisa dibilang minim pengalaman banget. banget banget. hahaha.
Walaupun punya pengalaman ngajar anak SD ketika kuliah. But sodara-sodara. Ngajar secara profesional itu beda.

Jujur saja. Di bulan pertama ngajar saya suffering dan hampir give up. wkwk.
alasan 1 : anak-anaknya super ribut
alasan 2 : saya tidak bisa handle kelas
alasan 3 : alasan 1 + 2 buat saya frustrasi dan tidak tahu harus apa selain marah, teriak, dan garang ke mereka.
mengingat, guru-guru disini rata-rata killer semua. Jadi, saya pun mencoba pakai cara keras untuk handle but sadly, berujung pada saya stres, sakit dan suara hilang :( dan lebih sedih lagi, nilai tugas dan ulangan anak-anak saya jatuh. Lebih banyak yang remedial di banding anak-anak di 2 kelas lain.

errrrr. Error.

So. disaat-saat masa frustrasi itu saya banyak cari tahu. how and how.
ceritanya tidak mau menyerah wkwk

daaan. ketemulah saya dengan salah satu teori yang buat saya tertegun senyum senyum. 
hahaha apa sih.

Intinya, ada penelitian yang mengungkapkan bahwa apabila seseorang diberikan harapan yang tinggi, disugestikan bahwa mereka adalah yang terbaik, selalu dicecoki oleh kata-kata yang positif, seseorang tersebut akan mendapatkan nilai/hasil yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang diperlakukan biasa saja dan orang-orang yang berada di atmosfer negatif.

Nah. teori ini juga mengungkapkan jika kita percaya seseorang itu memiliki sifat A, lambat laun seseorang tersebut akan memiliki sifat A. misal, saya bilang kamu itu rajin, maka kamu bisa beneran jadi rajin. dan sebaliknya, saya bilang kamu itu bodoh, maka kamu bisa bisa beneran jadi bodoh.
Paham?
Oke lanjut.

Saya bereksperimenlah dengan teori ini.

Positive vibe for everyday.
sebisa mungkin dan dengan sekuat tenaga saya tahan-tahan emosi. Sabar nduuuk hahaha.

Mencari cara bagaimana menarik perhatian mereka, entah dengan games, ice breaking, kuis dadakan, karaoke-an, atau menonton film pendek inspiratif.

Dengan stimulus kata-kata, gambar, dan film pendek, saya tanamkan di pikiran mereka bahwa mereka itu anak-anak hebat, unik, dan pintar. 

Dengan memancing mereka untuk cerita apa saja ke saya, perlahan-lahan kami menjadi lebih dekat.

Hasilnya?
I built the connection with them.
dan saya percaya sekali. saat koneksi ini sudah terbangun, maka proses mentransfer ilmu itu akan menjadi lebih mudah.

Untuk 3 bulan ini, saya akui masih banyak yang belum saya lakukan. tetapi saya bersyukur sekali atas improvement yang ditunjukkan anak-anak saya setiap harinya.
Dan untuk bulan-bulan berikutnya,
saya terus berharap sembari berdoa. semoga saya terus diberkahi ide-ide baru, semoga saya terus happy ketika mengajar, dan semoga saya membawa perubahan baik kepada anak-anak hebat saya ini.

Share:

Singapore Sehari

Selama perjalanan liburan yang sudah disusun ini, saya memang excited banget kesini!

Idk, falling in love with Singapore, maybe?

Saya suka sistem disini, menciptakan orang-orang untuk disiplin dan bergerak cepat. Akses yang super gampang dan jelas. Transportasi yang masih buat saya terkagum-kagum. Keadaan malam yang tidak pernah sepi. Sejuta lokasi yang instagramable, dan segala kemudahan serta kebebasan lainnya. Ckck

Baiklaah, saya putar ulang adegan ke 26 Juni 2017, pukul 09.00 waktu Johor. Bersama para explorer lainnya a.k.a my fams wkwk, kami siap bertempur wkwk (lagi).

Nah, dari hasil riset (red: baca2 blog traveller), dari Malaysia ke Singapore bisa naik Kereta dan Bus. Kami putuskan naik bus. gampaaang ngeets.

The only gate ke Sg via Johor adalah di JB Sentral. Setelah pengecekan imigrasi malaysia (stempel passport out), jalan aja ikuti petunjuk ke arah Woodlands (Singapore). Turun ke bawah lalu cari terminal bus, yang paling banyak sih bus Causeway Link, busnya kuning mentereng.
Nah, ntar tinggal bayar aja di dalam bus (siapkan uang pas ya, mereka tidak punya kembalian) dan pilih tujuannya. 
Kami pilih ke woodlands check point (imigrasinya singapore). Dan naik busnya cuma 5 menit saja pemirsaaaah.  
Imigrasi Singapore yang tidak pernah sepi :)
Jam 12 siang bolong kami pun lanjutkan perjalanaaan (oh yaa, gaada perbedaan waktu yaa untuk malay dan sg)

MRT terdekat dari Woodlands ada tiga, yaitu MRT woodlands, kranji dan marsiling. bebas pilih.
Nah, kami naik bus no. 107 ke MRT Kranji. Gak usah jalan ya, jauh cuy haha.
Btw, saya cinta mati dengan MRT nya Singapore ini. Ontime, selalu ada beberapa menit sekali, petunjuk arah super jelas, peraturannya tegas dan yang pasti.... nyaman.

So, dari Kranji kami langsung menuju Harbour Front. Sejam jugak cuy, perjalanan dari utara menuju selatan hoho.
caranya: Beli tiket tujuan Harbour Front lewat vending mechine. Ikuti jalur merah, naik MRTnya, berhenti di Dhoby Ghaut, change ke jalur ungu, cari tujuan Harbour Front, naik MRT lg~
Jangan salah dan nyasar yaa. Tiketnya hanya berlaku untuk tujuan yang sudah kita pilih saja. Kalo salah tujuan, mesin penerima tiket bakalan nolak alhasil kita tidak bisa keluar.

Kenapa ke Harbour Front?
yes, saya memang mau menghabiskan waktu di Sentosa Island, wisata juara nya Sg.
Ada 4 pilihan transportasi dari Harbour Front ke Sensosa Island, yaitu jalan kaki, Bus, Sentosa Express (Monorail), dan Cable car. dan saya memilih Sentosa Express.

Setelah turun di HF, kita ke arah vivo city, ini gedungnya nyatu ya jadi ikuti saja petunjuk arah. naik ke lt 3, dan lsg kelihatan tuh counter tiket Sentosa Express (Monorail) nya.
harganya 4$ untuk PP. Monorail di sensosa ini punya 3 stasiun, yaitu -waterfront, imbiah, dan beach station. Setelah di dalam Sentosa, kalian bebas naik monorail nya, gratis ke stasiun mana saja. 

Owkey. rencana utama di Sentosa island: main Skyline Luge Senotsa dan Flying fox Megazip Adventure

Yuk bahas.

-Skyline Luge Senotsa
Luge & Sky ride ini memang jd favorite nya wisatawan. permainan yang ditawarkan ada dua jenis, Sky ride which is kita akan dibawa dengan ayunan gantung dari pantai menuju ke atas (bukit) dan Luge which is kita akan mengendarai sejenis bom bom car dari bukit kembali ke pantai. Kalian bebas pilih mau main yg mana deluan.

Lokasinya dimana kakaaa? nah, kalau naik monorail, turunlah di Beach station. Dari sana jalan saja terus sampai ketemu counter Skyline Luge Sentosa.
Kami ambil tiket combo family, untuk 8 x sky ride & 8 x luge seharga 68$Sg (Rp.660.000).

wow! sky ride nya deg deg ser, serasa tidak benar2 safety, haha. padahal, ini aman yaaa.
serem aseli. bahkan saya tidak berani lihat ke bawah wkwk
Setelah sampai, kembali antrilah untuk luge nyaa. nah, ini ada 2 trek, jungle dan dragon. Kami ambil dragon, karena lebih jauh dan berliku-liku. Sumpah sepanjang jalan saya geli dan ngakak-ngakak sendiri. Ini seru abiiiiiiis gaada obat hahahhaa.






well yeah, sesuai dengan logo nya Skyline Luge ini ya "Once is never enough". Permainan ini memang juaraaaa!!! wajib masuk ke list wahaya yang mau saya datangi lagi hoho.

-Flying Fox Megazip Adventure
Megazip ini terletak agak jauh dari center sentosa. tida papa, jalan aja ya, kuat-kuat kan kaki yaaa. hahaha. Permainan disini buanyaaak yang semuanya menguji adrenalin wohooo. Kami coba flying fox nya yang super terkenal itu~
Harga tiketnya 45$ (Rp. 435.000) untuk dewasa, dan 40$ untuk anak. Nah, anak tandem sama dewasa.
Lumayan mahal yaak wkwk.

Antri antri antri dan jeeeeep!
meluncuuuuuur. 

perasaankuuu : lepaaaaas.
dan sunset nya sodara-sodara, ahhh meneduhkan hati.

Allright, 2 permainan yang seru itu, muter-muterin sana sini, makan kfc rasa singapore, nebeng foto di bola dunia universal have been spent our time.
So, its time to back home~

Kami kembali ke Harbour front.
Singgah sebentar di Merlion walaupun pakai drama nyasar-nyasar kaki pegal hahaha. dan tadaaaa! suasana malamnya buat jatuh hati.


Pukul 9pm kami lanjut, kembali ke MRT Kranji. Naik bus 107 lagi ke woodlands check point.
Pemeriksaan Imigrasi Sg.
Naik bus ke JB Sentral.
Pemeriksaan Imigrasi Malaysia.
12am. Tiba di Malaysia dengan bahagia.

Pertanyaan pentingnya:
Apakah mau liburan lagi di Singapore?
Saya jawab dengan lantang: Absolutely YES!
Share:

Penelfon pukul 4

satu dari sejuta hal yang saya suka tentang kamu, dan satu dari beberapa hal yang membuat saya menyukai kamu.
perasaan dilindungi.

mungkin, orang-orang terdekat saya paham sekali dengan sifat saya yang super duper jutek, cuek, dan terkesan tidak butuh orang lain ini.

ada semacam perasaan insecure yang membuat saya susah sekali percaya dengan orang lain, susah sekali menggantungkan diri dengan orang lain,  yang akhirnya membuat saya memberi batas kepada orang-orang yang dekat dengan saya.

saya pikir, saya bisa sendiri.

tapi faktanya. manusia tidak bisa hidup sendiri.

banyak hal-hal menakjubkan terjadi yang akhirnya mematahkan asumsi-asumsi yang kita buat, rite?

perlahan-lahan dinding batas yang saya bangun itu runtuh juga, batas dan jarak itu mengendur juga. walau prosesnya tidak mudah, tetapi ternyata bisa.
entah kamu sadari atau tidak, kamu memberikan bukti kepada saya bahwa kekhawatiran yang selama ini saya rasakan hanya ada di dalam pikiran saya saja.

walau terkadang menolak, tetapi pelan-pelan saya belajar terbuka, menerima kamu untuk dekat dengan saya. berusaha menyesuaikan diri agar lebih memahami.

jujus saja,
saat ini dering telfon pukul 4 tepat itu menjadi hal yang saya tunggu sebelum pulang kerja
pertanyaan "dimana?"nya kamu menjadi hal yang ingin selalu saya dengar di awal telfon
juga segala hal yang kamu katakan dan inginkan, membuat saya merasa dilindungi.

so, thank you for loving me that way D.

Share:

Medan 2017

Kuala namu, 19 Januari 2017

Berharapnya hidup akan mengalir seperti air,
dalam keadaan tenang, damai, tidak ada hambatan lalu terus maju dan mengalir dengan indahnya.

Tetapi bukan begitu aturan mainnya kan?

Karena ada saja hal-hal yang pasti membuat alirannya tertahan.
Dalam hidup ini, seringnya hanya karena satu moment, bisa membuatmu berpikir ulang mengenai hidup mengalir yang telah kau jalani tadi.

Satu moment teman-teman.
Bisa saja karena kehadiran orang baru, pertemuan tidak disengaja dengan teman lama, perpisahan dengan orang-orang terdekat, membaca sekilas sebuah quotes, menonton sebuah film, kejadian yang tidak disangka-sangka, atau sesimple karena sebuah pertanyaan.

Hari ini aku berangkat ke Medan dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan.

Tetapi herannya, saat pesawat mendarat tadi, hatiku merasakan bahagia yang membuat senyumku tidak bisa ditahan.
Entah apa.
Seolah-olah cukup berada disini memberikan aku damai dan ketenangan.

Medan. Ada kekuatan magis apa kau denganku?
Apa begini rasanya sang perantau yang pulang kembali ke rumahnya?
Share:

Kebahagian orang lain tidak bisa kita nilai

Kebahagian orang lain tidak bisa kita nilai, yaa...

Melihat kakakku sekarang. Setelah menikah dan memutuskan ikut dengan suaminya, membuatku banyak belajar.

Kakakku menikah di usia 25, lalu pindah ikut dengan suami. Menetap di daerah perkebunan yang jauh dari kota. Tinggal di desa dengan kondisi sulit listrik, sulit air, dan sulit teknologi. Ia bahkan memutuskan tidak lg menggunakan hape.
Ia sarjana ekonomi, namun sekarang bekerja dengan suaminya mengurus ladang, juga mengambil beberapa kerjaan sampingan yg juga berhubungan dengan ladang. Perlu kujabarkan, ia bukan mengawasi tetapi turun langsung mengurus. Mulai dari kegiatan membuka hutan, menyemai, menanam, memupuk sampai pada transaksi jual beli dengan agennya.

Dengan kami, ia menjadi jauh, seperti putus kontak. Dulu yg begitu dekat, aku tidak tahu lg bagaimana kabarnya. Paling ia hanya menelfon bunda saat hari2 penting, selebihnya aku tidak tahu keadannya.

Kemudian di awal desember kemarin, ia datang ke rumah. Kulihat banyak perubahan pada fisiknya. Kulitnya semakin cokelat, badannya kurus, tampilannya menjadi sangat simpel sekali. Tanpa bedak. Tanpa style ribet ala ala dia.

Banyak ia bercerita tentang kesehariannya. Yang aku nilai jauh dari kesan “modern”. Ya aku juga tidak modern2 amat, tetapi kan tidak juga masak dengan api, tidak ada hape, akses puskesmas jauh, juga pergi berobat ke ‘orang pintar’.

Melihat dia seperti itu, tentu menjadi perbincangan di rumah, berbicara di depan dia atau tidak. Orang2 di rumah menyatakan bahwa mereka prihatin (aduh, adakah bahasa yg lebih baik dari pada ini?) Bunda jadinya masak banyak, bikin cemilan ini itu. Menyuruh si kakak bongkar2 barang mana tau ada yg bisa ia bawa. Bunda juga menawarkan banyak hal, bahkan ingin beli ini itu untuk keperluan rumah tangganya, yang kemudian di tentang oleh ayah agar tidak terlalu banyak mencampuri.

Sedangkan bagiku. Melihat ia sejujurnya aku juga tidak sepenuhnya kasihan. Entah karena rasa empatiku memang kurang atau apa. Melihat dia aku biasa saja. Diluar tampilan fisiknya berubah, aku rasa, dalamnya ia tidak berubah.

Dia tetap begitu saja. Mengalir. Tetap dia dengan sikap cueknya yg ‘dont care’ dengan dunia sekitar. Tetap dia dengan prinsip ‘aku ya aku’nya. Tetap dia yang selalu ceria seperti tidak ada kerumitan di dunia ini.

Jadi kuputuskan untuk tetap santai. Tetap kulihat ia dengan rasa yang sama, dengan keyakinan bahwa sangat tidak berhak bagiku untuk menilai apakah dia bahagia atau tidak.
Share:

Menghitung 23

Sungguhlah waktu itu menjadi begitu berharga buat mereka yang terpisah oleh jarak.

Pertemuan menjadi sesuatu yang ditunggu tunggu.

Aku rindu. Sehingga rasanya ingin sekali menghabiskan semua waktu ketika bertemu. Tidur menjadi tidak lagi penting. Berharap malam memanjangkan waktunya.

Seperti malam kemarin.
Agaknya kurang baik memang bermalam minggu sampai lewat tengah malam. pulang dini hari. Tapi aku tak peduli. Rasanya ingin berlama lama saja. Duduk berdua, bercerita, bercanda, menghabiskan malam yang terasa singkat itu.

Hari ini, saat sudah berjauhan kembali. Aku ingin sampaikan salam dari si tanggal 23. Dia berharap semoga tanggal 23 akan selalu ada dan tidak akan pernah usai dalam perjalanan kita.

 Happy Mensiversary, sayang.



Share:

50 tahun Ayah

Tepatnya tanggal 26 Oktober kemarin lelaki-ku ulang tahun. Usianya memasuki 50 tahun. Setengah Abad. Waktu yang cukup panjang dengan sejuta perjalanan yang telah dilalui.

Dulu kalau orang bertanya udah punya pacar belum? Aku selalu jawab udah, maksudku ya ayahku itu pacarku. Atau kalau ayah nelfon disaat aku sedang bersama teman-teman, aku sering refleks bilang “eh pacarku nelfon”.

Waktu kemudian melesat cepat, kami beranjak dewasa. Tetapi tetap ayah selalu dihati. Menjadi lelaki pertama yang kukenal. Menjadi lelaki pertama yang selalu kupercaya dan kubanggakan. Dan akan selalu begitu, tidak akan pernah berubah.

Hari ini, kami rayakan ulang tahun buat ayah. Tidak mewah, karena memang tidak tahu kami bagaimana caranya bermewah-mewah. Sederhana saja, semoga berkesan dihati.

Selamat ulang tahun ayah ku. 

Share:

Sedang Tidak Baik

Kegagalan rasanya sudah berulang kali datang. Tetapi bagiku, emosi yg muncul akan selalu sama. Padahal katanya jika kita diterpa hal yg sama berkali-kali, akan ada seperti efek jenuh. semacam pembiasaan dan adaptasi, sehingga pengaruh efeknya berkurang bahkan membuat kita menjadi ‘kebal’. Tapi ini tidak. Aku mendapatkan kegagalan hari ini. Dan rasanya sama. Buruk.

Mungkin kecewa dan sedih merupakan respon umum yang diberikan ketika mengalami hal tsb, bahkan tak jarang muncul juga pemikiran “apa yang salah?” “aku kurangnya dimana?” “kenapa bla bla bla?” “padahal udah banyak yg dikorbankan” selanjutnya dalam beberapa kasus, kita bahkan menjadi si pengandai-andai, “kalau saja kemarin begini, kalau saja begitu, bla bla bla”.
Sampai pada akhirnya kita lelah berpikir, lelah untuk bertanya. Sampai pada akhirnya, kita mau tidak mau diharuskan untuk menerima lalu kembali melanjutkan ‘perjuangan’.

Proses ini aku pahami berada dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Bisa cepat, bisa juga lama. Tergantung daripada masing2 kita. Barangkali, hal-hal seperti ini juga tidak menjadikan waktu sebagai barometer yg penting.

Bagiku, menerima ini bukan cuma sekedar memahami bahwa ini bukan rezekiku, memahami bahwa inilah yang terbaik. Bukan.
Bagiku, menerima adalah melepaskan. mengikhlaskan.
Bagiku, menerima adalah usaha untuk melanjutkan dan mencoba kesempatan lain.

Sehingga yang menjadi terpenting dalam urusan ini adalah optimisme. kemauan untuk tetap hidup.


“it’s okay. all okay”
Share:

23!

Bagiku, ini seperti lucu.
Bagaimana bisa seseorang yang baru kau temui bisa menjadi seseorang yang sangat kau percaya?
Bagaimana bisa seseorang yang hanya sebentar saja kau kenali bisa menjadi tempat ternyaman mu?
Bagaimana bisa seseorang yang tiba-tiba datang ke hidupmu menjadi bagian penting dalam hidupmu?
Bagaimana bisa seseorang itu membuatmu berhenti memikirkan orang-orang yang dulu pernah ‘ada’?

Untuk pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu dijawab itu. Aku mau katakan...
Selamat tanggal 23 syg❤


ps: foto diatas diambil dari cover novel "episode hujan"
Share:

Berbicara Tentang Kehidupan

Waktu akhirnya akan membawa kita pada topik ini, kehidupan. Kita sendiri juga pada akhirnya akan bertanya-tanya, kemudian mencari tahu dan selanjutnya terus berusaha memahami semua tentang ini. Kehidupan.

Jadi, mari kita bicarakan.
Atau kali ini biar saya saja yang bicarakan. Tentang waktu dan Keinginan diri sendiri yang terus mendorong saya untuk berpikir, berpikir, dan berpikir.

Untuk itu, ayo kita flashback sebentar.
Kalau ditanya apa saja yang sudah saya alami selama 21 tahun hidup. Tentunya ada banyak hal, banyak sekali malah. (dan ya hal-hal itu sebenarnya sama saja dengan orang-orang lainnya lalui). Tapi disini saya berusaha memahami. Saya kembali pada masa-masa yang lalu di hidup saya dan mencoba memikirkan lebih dalam, menganalisa setiap peristiwa yang terjadi, mengingat kembali hal-hal yang sudah terlewati dan mengaitkan/menghubungkan antara satu kejadian dengan kejadian lain juga menarik hubungan sebab akibat antara peristiwa satu dengan yang lain atau peristiwa yang lalu dengan peristiwa yang saya alami dimasa sekarang. Hasilnya? Saya tercengang. Saya takjub. Saya terharu. Iya. Begitu.

Baiklah.... baiklah. sini saya ceritakan beberapa hasil analisa berpikir saya (biar sok ilmiah).
Dalam menjalani hidup ini, hidup saya yang baru memasuki tahapan dewasa awal ini, saya banyak dipermainkan oleh Takdir. (iya, semua orang juga begini). Iya! Tapi biarlah saya ceritakan bagaimana si Takdir ini ‘mempermaikan’ hidup saya.

Begini, saya ini tipe manusia yang termotivasi oleh hal-hal yang berhubungan dengan Achievement (Pencapaian). Hal-hal yang berhubungan dengan achievement ini akan saya perjuangkan, sampai mati-matian dan berdarah-darah kalau memungkinkan. Iyaa. Dari semua cerita-cerita perjuangan saya, beberapa diantaranya saya dapatkan, beberapa lagi dibelokkan ke arah yang tidak disangka-sangka, dan sisanya katakanlah tidak saya dapatkan.

Nah, salah satu cerita saya yang ‘dibelokkan’ ini adalah ketika saya lulus di jurusan S1 Psikologi, jurusan yang sama sekali tidak pernah terpikir untuk dimasuki oleh saya.
Psikologi? yang ilmunya 180 derajat bertentangan dengan kepribadian dan cara berpikir saya. Maksudnya gini, apapun yang kalian pikirkan tentang orang-orang psikologi (bagaimana kepribadiannya, pola pikirnya, sikapnya, dan cara pandangnya) nah pikirkanlah kebalikannya. Dan itulah saya. Pokoknya begitu. Psikologi itu bukan tipe sayalah, bukan tipe saya pake banget. Akan tetapi, takdir membawa saya kesini. Kenapa? Kenapa? Kenapa? Saya bertanya-tanya, dan ini jawabannya : inilah yang terbaik buat saya. Psikologi membawa saya pada banyak hal, terutama tentang mengenal diri sendiri, tentang memperbaiki hal-hal yang buruk dalam diri dan tentang bagaimana melihat ‘dunia’ dari berbagai sudut pandang. Psikologi dan pengalaman yang saya dapatkan selama ‘kuliah’ disini mengubah saya. Banyak mempengaruhi setiap aspek hidup saya.

Untuk hal-hal yang jauh lebih spesifik yang saya pikirkan tentang takdir dan hidup. Saya sampai pada kesimpulan bahwa sebenarnya kita sama sekali tidak bisa berandai-andai. Seandainya begini, seandainya begitu. Sering kan, sering ini kita lakukan “seandainya aja aku dilahirkan dengan keadaaan bla bla bla” “atau seandainya saja aku sekolah di A atau kuliah di B atau kerja di perusahaan C, pasti aku bla bla bla” dan banyak seandainya-seandainya yang lain. Ini tentu tidak bisa. Tidak akan bisa kita berandai-andai. Semua aturannya sudah tersusun rapi di langit. Karena begini dan sudah jelas ini, apapun yang kita dapatkan hari ini, ini adalah hasil dari apa yang kita lakukan kemarin-kemarin, dimasa lalu. Dan apapun itu yang kita dapatkan di masa depan adalah hasil dari yang kita lakukan sekarang dan berkaitan juga dengan yang kita lakukan di masa lalu. Aturannya sudah jelas dan tersusun rapi. Jadi, sekali lagi. Tidak ada ceritanya berandai-andai. Kalau memang kita mau, ayolah usaha! Diperjuangkan! Selanjutnya... biar Takdir saja yang memutuskan. Yang penting sudah diusahakan. Sudah diperjuangkan. Begitu.

Iya. Jadi begitu.
Iya. Jadi mari saya simpulkan saja cerita saya yang acak itu. Semoga penjelasannya lebih sederhana.

Begini sodara-sodara.
Bahkan, sebelum kita lahirpun, Takdir hidup kita ini sudah ditentukan.
Untuk hal-hal yang namanya takdir tetap/absolut/tidak bisa diubah, ini wajib diterima! (yaitu tentang siapa ayah kita, siapa ibu kita, siapa saudara kandung kita, suku bangsa kita, ciri fisik kita, dll).
Nah, untuk takdir-takdir yang tidak tetap/bisa diubah, ini bisa kita perjuangkan, bisa kita usahakan. Toh kita juga tidak tahu kita ditakdirkan bagaimana, kita tidak tahu di masa depan kita bakalan jadi apa. Makanya, hiduplah dengan penuh usaha! Hiduplah sebagai sebuah perjuangan! Kemudian jemputlah takdir-takdir hebat hidup kita!
Share:

Backpacker..

Yakk.. berhubung liburan sudah semakin dekat...
aku jadi pengen cerita pengalaman liburan kamarin (baca: akhir tahun lalu).
Meskipun rada gak update, tp gpp lah ya hehe
Nah.. cerita ini tentang..

BACKPACKER-AN bareng keluarga ke Negeri tetangga.

So, the journey started at Des, 25th 2013.

Kami berangkatnya dari Pelabuhan Dumai, dengan kapal express. Perjalanan yang membelah laut itu ditempuh sekitar 2 jam..
"duuh aduuh jenong sayang kelihatan"

Pas nyampe, saya langsung ketawa.
Pelabuhannya beda banget! Pelabuhan di Malaka, Malaysia udah kayak bandara. Bagus. Bersih. Nyaman. dan Aman.. sedangkan Indonesia, oh no..

Selesai urusan imigrasi, kami keluar.. jeng jeng.. gatau mau kemana. ga ngerti mau naik apa...
Nanya sana sini, akhirnya nyetop taxi dan dianterin ke suatu hotel..

Malaka, kota nya kecil sih, tapi tertata banget. Pembangunan dimana-dimana, gak berantakan dan gak semrawut (ini bahasa indonesianya apa ya? ._.) Jalanannya besar dan gak macet. Catet! Gak macet.

nah sampai di Hotel..
kami istirahat sejenak, sambil nonton upin ipin... haha
Ganti2 chanel tv dan menemukan beberapa sinetron lama indonesia yang ditayangin, terus kerennya, mereka sering pake lagu indo untuk jadi soundtrack sinetron mereka. hmmm.

Malemnya, kami keluar, keliling2 dan ujung2nya nge-mall..
Satu hal yang lucu sih, ketika aku ngomong sok-sok pake bahasa inggris ke mereka, pas sok2 nanya, mereka jawab pake bahasa melayu. Kan sama-sama ngerti yak -__- #stupid.
Terus juga gak perlu khawatir lah, orang Indonesia beleak disini... kalo mereka nanya asal dari mana? Jangan jawab dari indonesia (malah diketawain), jawab daerah yang lebih spesifik (kayak Riau, Sumatera Barat, Jawa, dll)
Oke lanjutt...

Besoknya, setelah nemenin bunda check-up, kami ke KL...
Naik bus..
3 jam perjalanan..

Dari awal Ayah udah wanti-wanti supaya kemana2 jalan kaki aja. dan dengan rada sok, aku bilang “udah yah.. selo aja.. pasti kuat”.. 

Nyari hotel muter2. Jalan lumayan jauh. Akhirnya dapet, di daerah kampung india gitu.. hotelnya sendiri juga berbau-bau india..


Pas nyampe hotel sih rencananya istirahat dulu, setidaknya ngelurusin tulang-tulang... ehh... Ayah langsung ngajakin ke KLCC (Kuala Lumpur City Center).

Well. Kaki.. bertahanlah..

Awal-awalnya semangat banget, jalannya kayak tentara. Satu dua satu dua satu dua..
Lama-lama.. satu.. satu.. satu..
semakin lama.. tiap ketemu halte, wajib duduk dulu..
dek alya juga udah minta gendong terus, anak2 juga ngerti kali ya itu jauh banget 
-__-


akhirnya setelah 2,5 jam jalan... nyampe juga..
walaupun ngos2an tingkat dewa, setidaknya berfoto dulu lah ya di icon negara ini.. 


Setelah makan malam (KFC yang nasinya rasa rempah -__-), kami balik ke hotel..
Langsung tidur.. gak kebilang lagi capeknya..
Tp Ayah, entah dapet energi dari mana.. ngajakin keliling lagi..
Kami ber empat nyengir terus perlahan-lahan tidur.. zzzzzz...

huhu hari ini buat aku belajar satu hal : Ternyata Jalan kaki itu nyiksa sodara sodara.. gak ketolong.. (akibat jarang olahraga -_-)


27 Desember ‘13
Sekitar jam 7 (suasananya masih kayak jam 6 di indo), kami nyari sarapan..

Buat aku memang gaada yang bisa ngalahin nikmatnya makanan indo.. bahkan di sini aja, yang deket banget sama indo, tp rasa makanannya.. blehh...
Tp. Demi kelangsungan hidup.. mau tak mau ya tak makan juga.


Setelah sarapan, balik hotel. Siap2. And check out.. mau balik ke Malaka.
ternyata kalau mau ke malaka, gabisa naik dari terminal kami turun kemarin. Nanya sana sini.. terus disaranin naik bus kota ke terminal yang lain.

Kalo ga salah nama terminalnya Padu selatan. Agak jauh dr terminal yang satunya. Dan terminal ini jauh lebih bagus..

Nyampe Malaka langsung nyari makan. Keliling bentar beli oleh-oleh. Terus sorenya nyari hotel.. 
Jeng.. jeng.. ini dia.. hotel yg sangat fenomenal ituu...
 
sesuai dg tema Backpakeran hehe
 

paling ukurannya 3 x 3 meter, nyaris gaada space. 
bahkan solat jadinya diatas tempat tidur. huahuaaa

Malemnya kami ke suatu tempat.. bisa dibilang kayak area permainan gitu sih.
Ini diaa...


Nah ini lagi naik menara taming sari..
Tinggi bgt dan dalamnya tertutup. Dari sini kita bisa lihat hampir seluruh malaka. Keren.

O oww.. lucunya, abang ganteng kami takut ketinggian.
Karena takut, ayah jadinya cemas.. bahkan pas kami rada maju kedepanan, ayah langsung megangin, sambil bilang “dek dek udahlah dek, jangan maju kali, ngeri ayah”..
Kami? Otomatis ketawa.. wkwkwkwk
peace ayah..

Lanjut nemenin dek al...



28 Desember ‘13
Yook.. keliling malaka...

Trip ini diawali dg masuk ke Aquarium di salah satu mall.. 
berhubung status nya turis, pastinya harga2 tiket masuk jadi dua kali lipat. 

dan entah kenapa tiba2 datang bisikan2...
jeng.. jeng..
aku n nadil 'berinisiatif' jadi orang malay.
oke. 1/2 harga lewat...

nih dia dalamnya..



aquariumnya luas bgt, dan isinya binatang laut semua..
tp sorry fotonya cuma sedikit, soalnya banyak dalam format video..

oke lanjut..
kali ini ke taman2 gitu sih.. rumah merah, ada benteng juga, kapal, dll..
salutnya, tempat2 wisata yang sebenernya biasa bgt ini, terawat sekali. Bersih, dijaga, ahh... salut lah..










and the last..
kata bunda sih ini list yang paling penting..
Nyari baju india...

demi bunda, kampung india pun kakak datengin bun, haha

back to hotel and slept.


29 Desember '13
Pulang ke negeri tercinta..
4 hari melepaskan penat dan pulang membawa cerita..
So Happy..




Share:

Part 3. Time to Say Goodbye...

Yakk.. masih tentang traveling..
di tanggal 15 agustus, aku berencana untuk keliling cairo. 
Kemana sajakah? tidak tau. Naik apa? tidak tau. Arahnya kemana? tidak tau.
Tp dibalik ketidaktahuan ini aku belajar, bertanya kesana kemari, menaiki metro sambil siaga memperhatikan nama daerah setiap kali metro berhenti, tetap berjalan meskipun sangat kelelahan, meskipun tidak pasti tetapi tetap saja yakin tujuannya sudah didepan mata.. Ayo. Tinggal beberapa langkah..

destinasi : Sayeda Zainab
Nahh.. ini dia.. Ibn Tulun Masjid.. Masjid tertua di Africa..





Next: rencananya ke citadel salah el din.

citadelnya udah di depan mata..
Ehh gataunya ketemu mahasiswa indo. Beruntung. Saya beruntung. Rasanya memang begitu, seperti bertemu keluarga sendiri, padahal kenalpun tidak. Dan sejujurnya, mereka2 yg tinggal disini welcome sekali..
Akhirnya, diajakin ke makam-makam imam besar, salah satunya makam imam safi'i.. Diceritakan sejarah egypt sebelum dan sesudah islam masuk, dinasti-dinasti, raja-raja, dan tentang 4 imam besar islam..
Alhamdulillah, tour gratis yg mengesankan..

makam imam safi'i

Habis ashar, kami berpisah.. Mereka pulang, kami ke al-azhar park..


dari sini kelihatan citadel nya..
16 agustus.
Seakan energi pulih kembali. Aku n putri berangkat.. Tujuan: Alexandria. Demi kau wahai Library...
Masih dg tanpa tiket tetapi dapat tempat duduk, yaa setelah berkali-kali disuruh pindah karna pemilik tiket asli datang. Tidak masalah.. Cari tempat duduk lain, di usir, cari yg lain.. Hahahha
Just arrived
Disini, dapet tumpangan dr EP dr indo. Bermalam di apartmentnya.
Sebenernya misi kami cuma satu: Alexandria Library..
Jadilah, besoknya menghabiskan berjam-jam disini. Saya menganga. Kagum.
Coba aja ada satu kek gini di Indonesia, bisa ga pulang-pulang sanking betahnya...









super big books =D
Ups. Hampir lupa.
Ini kan 17an! 17an bro!!
Baru kali ini, saya merasa bangga jadi org indonesia. Sebelumnya, saya tidak terlalu menyukai negara ini. Kacau dr segala segi. Politik, ekonomi, pendidikan, sosial, ahh kehidupannya, orang2nya, sistemnya..
Tp ternyata, indonesia not that worst. Setelah berminggu-minggu disini dan membanding2kan.. Yaa.. Tidak seburuk itu, bahkan jauh lebih baik.
So.. For this independence day! Lets celebrate..



Minggu ke enam menjelang tujuh.
Back to Suez. Menjalani kehidupan seperti biasa.. Kerjaa.. Tanpa keluar malam lg. Ga selera.. Ada beberapa EP baru, the group has different..

Sampe akhirnya, di tanggal 22 Agustus
My last night in Suez.. Had a farewell party di salah satu cafe.
Haha!! Dan benar.. Semua org pada marahin aku, yaa tidak marah yg sebenarnya.
Gimana engga.. Aku ngilang, hampir 2 minggu tanpa kabar, mereka semua berpikir aku balik ke indo..
Wah semakin banyak saja org2 yg wajahnya baru. Berkenalan sana sini tp sialnya di hari itu pula langsung mengucapkan selamat tinggal. Its like, say hi and then say bye.
Sedih.. Setelah banyak melepas kawan2 yg balik ke negaranya, skrg saatnya aku yg balik ke negara ku. Saatnya aku yg pergi..
Meneteskan air mata.. Terima kasih teman.. 


24 agustus
Menyelesaikan rencana yg tertunda.. Citadel, semacam benteng.. Keren!! di dalam nya ada mesjid berdiri megah, namanya mesjid Muhammad Ali..
Citadel Salah El Din
 

itu diaa... masjid Muhammad Ali


dalam masjidnya dipenuhi lampu-lampu.. 
Cairo.. dalam pandangan mata..
pulangnya, singgah ke nile river...
25 agustus
My last trip.
Pyramids of Giza..
Exited bgt pas mau kesini.. Haha
Gimana engga? Seharusnya pyramids itu first destination ketika orang2 berkunjung ke egypt, ehh aku malah terakhir, di hari terakhir pula.
Sejujurnya sih, kagum sekali dg salah satu keajaiban dunia ini. Kagum.. Tapi, cuacanya, suhu, udaranya.. Buat aku meleleh.. Ga sanggup.. hhhhhh lambaikan tangan ke kamera...



Malamnya, ke Hayu Esyir.. Markasnya anak2 indo.. to say goodbye or maybe to say see you..
So sad..



Well. Thats my last day. My last night in Egypt..
Mungkin sebagian kalian berpikir aku kesana hanya untuk have fun, liburan, travel, menghabiskan uang, dsb..
Kesannya iya, tp sebenarnya tidak.

Dr semua hal yg aku lakukan disini, banyak sekali pelajaran yg bisa ku ambil..
Mungkin tidak sampai membuat dampak yg begitu besar buat komunitas di project ku, mungkin juga tidak sampai membuat anak-anak yg ku ajari mengalami perubahan drastis.. Tp setidaknya, aku menjadi lebih baik. Bagi diriku sendiri, aku merasakan perubahan itu.

Pergilah teman, cobalah hal-hal baru. Nikmati suasana baru.
Agar pikiran kita terbuka, agar kita lebih aware dg yg apa yg terjadi, agar kita bisa membuat perbandingan. 
Pergilah dan lihat bagaimana orang2 yg berbeda dg kita, pahami, dan ambil sisi baiknya
Pergilah. Selagi masih muda.. Kumpulkan pengalaman, kejarlah mimpi-mimpi, lakukan hal yg tidak pernah kau lakukan sebelumnya.

Pergilah. Dan temukan ilmu disetiap perjalanan.
Share: