Menghitung 23

Sungguhlah waktu itu menjadi begitu berharga buat mereka yang terpisah oleh jarak.

Pertemuan menjadi sesuatu yang ditunggu tunggu.

Aku rindu. Sehingga rasanya ingin sekali menghabiskan semua waktu ketika bertemu. Tidur menjadi tidak lagi penting. Berharap malam memanjangkan waktunya.

Seperti malam kemarin.
Agaknya kurang baik memang bermalam minggu sampai lewat tengah malam. pulang dini hari. Tapi aku tak peduli. Rasanya ingin berlama lama saja. Duduk berdua, bercerita, bercanda, menghabiskan malam yang terasa singkat itu.

Hari ini, saat sudah berjauhan kembali. Aku ingin sampaikan salam dari si tanggal 23. Dia berharap semoga tanggal 23 akan selalu ada dan tidak akan pernah usai dalam perjalanan kita.

 Happy Mensiversary, sayang.



Share:

50 tahun Ayah

Tepatnya tanggal 26 Oktober kemarin lelaki-ku ulang tahun. Usianya memasuki 50 tahun. Setengah Abad. Waktu yang cukup panjang dengan sejuta perjalanan yang telah dilalui.

Dulu kalau orang bertanya udah punya pacar belum? Aku selalu jawab udah, maksudku ya ayahku itu pacarku. Atau kalau ayah nelfon disaat aku sedang bersama teman-teman, aku sering refleks bilang “eh pacarku nelfon”.

Waktu kemudian melesat cepat, kami beranjak dewasa. Tetapi tetap ayah selalu dihati. Menjadi lelaki pertama yang kukenal. Menjadi lelaki pertama yang selalu kupercaya dan kubanggakan. Dan akan selalu begitu, tidak akan pernah berubah.

Hari ini, kami rayakan ulang tahun buat ayah. Tidak mewah, karena memang tidak tahu kami bagaimana caranya bermewah-mewah. Sederhana saja, semoga berkesan dihati.

Selamat ulang tahun ayah ku. 

Share:

Sedang Tidak Baik

Kegagalan rasanya sudah berulang kali datang. Tetapi bagiku, emosi yg muncul akan selalu sama. Padahal katanya jika kita diterpa hal yg sama berkali-kali, akan ada seperti efek jenuh. semacam pembiasaan dan adaptasi, sehingga pengaruh efeknya berkurang bahkan membuat kita menjadi ‘kebal’. Tapi ini tidak. Aku mendapatkan kegagalan hari ini. Dan rasanya sama. Buruk.

Mungkin kecewa dan sedih merupakan respon umum yang diberikan ketika mengalami hal tsb, bahkan tak jarang muncul juga pemikiran “apa yang salah?” “aku kurangnya dimana?” “kenapa bla bla bla?” “padahal udah banyak yg dikorbankan” selanjutnya dalam beberapa kasus, kita bahkan menjadi si pengandai-andai, “kalau saja kemarin begini, kalau saja begitu, bla bla bla”.
Sampai pada akhirnya kita lelah berpikir, lelah untuk bertanya. Sampai pada akhirnya, kita mau tidak mau diharuskan untuk menerima lalu kembali melanjutkan ‘perjuangan’.

Proses ini aku pahami berada dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Bisa cepat, bisa juga lama. Tergantung daripada masing2 kita. Barangkali, hal-hal seperti ini juga tidak menjadikan waktu sebagai barometer yg penting.

Bagiku, menerima ini bukan cuma sekedar memahami bahwa ini bukan rezekiku, memahami bahwa inilah yang terbaik. Bukan.
Bagiku, menerima adalah melepaskan. mengikhlaskan.
Bagiku, menerima adalah usaha untuk melanjutkan dan mencoba kesempatan lain.

Sehingga yang menjadi terpenting dalam urusan ini adalah optimisme. kemauan untuk tetap hidup.


“it’s okay. all okay”
Share:

23!

Bagiku, ini seperti lucu.
Bagaimana bisa seseorang yang baru kau temui bisa menjadi seseorang yang sangat kau percaya?
Bagaimana bisa seseorang yang hanya sebentar saja kau kenali bisa menjadi tempat ternyaman mu?
Bagaimana bisa seseorang yang tiba-tiba datang ke hidupmu menjadi bagian penting dalam hidupmu?
Bagaimana bisa seseorang itu membuatmu berhenti memikirkan orang-orang yang dulu pernah ‘ada’?

Untuk pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu dijawab itu. Aku mau katakan...
Selamat tanggal 23 syg❤


ps: foto diatas diambil dari cover novel "episode hujan"
Share:

Berbicara Tentang Kehidupan

Waktu akhirnya akan membawa kita pada topik ini, kehidupan. Kita sendiri juga pada akhirnya akan bertanya-tanya, kemudian mencari tahu dan selanjutnya terus berusaha memahami semua tentang ini. Kehidupan.

Jadi, mari kita bicarakan.
Atau kali ini biar saya saja yang bicarakan. Tentang waktu dan Keinginan diri sendiri yang terus mendorong saya untuk berpikir, berpikir, dan berpikir.

Untuk itu, ayo kita flashback sebentar.
Kalau ditanya apa saja yang sudah saya alami selama 21 tahun hidup. Tentunya ada banyak hal, banyak sekali malah. (dan ya hal-hal itu sebenarnya sama saja dengan orang-orang lainnya lalui). Tapi disini saya berusaha memahami. Saya kembali pada masa-masa yang lalu di hidup saya dan mencoba memikirkan lebih dalam, menganalisa setiap peristiwa yang terjadi, mengingat kembali hal-hal yang sudah terlewati dan mengaitkan/menghubungkan antara satu kejadian dengan kejadian lain juga menarik hubungan sebab akibat antara peristiwa satu dengan yang lain atau peristiwa yang lalu dengan peristiwa yang saya alami dimasa sekarang. Hasilnya? Saya tercengang. Saya takjub. Saya terharu. Iya. Begitu.

Baiklah.... baiklah. sini saya ceritakan beberapa hasil analisa berpikir saya (biar sok ilmiah).
Dalam menjalani hidup ini, hidup saya yang baru memasuki tahapan dewasa awal ini, saya banyak dipermainkan oleh Takdir. (iya, semua orang juga begini). Iya! Tapi biarlah saya ceritakan bagaimana si Takdir ini ‘mempermaikan’ hidup saya.

Begini, saya ini tipe manusia yang termotivasi oleh hal-hal yang berhubungan dengan Achievement (Pencapaian). Hal-hal yang berhubungan dengan achievement ini akan saya perjuangkan, sampai mati-matian dan berdarah-darah kalau memungkinkan. Iyaa. Dari semua cerita-cerita perjuangan saya, beberapa diantaranya saya dapatkan, beberapa lagi dibelokkan ke arah yang tidak disangka-sangka, dan sisanya katakanlah tidak saya dapatkan.

Nah, salah satu cerita saya yang ‘dibelokkan’ ini adalah ketika saya lulus di jurusan S1 Psikologi, jurusan yang sama sekali tidak pernah terpikir untuk dimasuki oleh saya.
Psikologi? yang ilmunya 180 derajat bertentangan dengan kepribadian dan cara berpikir saya. Maksudnya gini, apapun yang kalian pikirkan tentang orang-orang psikologi (bagaimana kepribadiannya, pola pikirnya, sikapnya, dan cara pandangnya) nah pikirkanlah kebalikannya. Dan itulah saya. Pokoknya begitu. Psikologi itu bukan tipe sayalah, bukan tipe saya pake banget. Akan tetapi, takdir membawa saya kesini. Kenapa? Kenapa? Kenapa? Saya bertanya-tanya, dan ini jawabannya : inilah yang terbaik buat saya. Psikologi membawa saya pada banyak hal, terutama tentang mengenal diri sendiri, tentang memperbaiki hal-hal yang buruk dalam diri dan tentang bagaimana melihat ‘dunia’ dari berbagai sudut pandang. Psikologi dan pengalaman yang saya dapatkan selama ‘kuliah’ disini mengubah saya. Banyak mempengaruhi setiap aspek hidup saya.

Untuk hal-hal yang jauh lebih spesifik yang saya pikirkan tentang takdir dan hidup. Saya sampai pada kesimpulan bahwa sebenarnya kita sama sekali tidak bisa berandai-andai. Seandainya begini, seandainya begitu. Sering kan, sering ini kita lakukan “seandainya aja aku dilahirkan dengan keadaaan bla bla bla” “atau seandainya saja aku sekolah di A atau kuliah di B atau kerja di perusahaan C, pasti aku bla bla bla” dan banyak seandainya-seandainya yang lain. Ini tentu tidak bisa. Tidak akan bisa kita berandai-andai. Semua aturannya sudah tersusun rapi di langit. Karena begini dan sudah jelas ini, apapun yang kita dapatkan hari ini, ini adalah hasil dari apa yang kita lakukan kemarin-kemarin, dimasa lalu. Dan apapun itu yang kita dapatkan di masa depan adalah hasil dari yang kita lakukan sekarang dan berkaitan juga dengan yang kita lakukan di masa lalu. Aturannya sudah jelas dan tersusun rapi. Jadi, sekali lagi. Tidak ada ceritanya berandai-andai. Kalau memang kita mau, ayolah usaha! Diperjuangkan! Selanjutnya... biar Takdir saja yang memutuskan. Yang penting sudah diusahakan. Sudah diperjuangkan. Begitu.

Iya. Jadi begitu.
Iya. Jadi mari saya simpulkan saja cerita saya yang acak itu. Semoga penjelasannya lebih sederhana.

Begini sodara-sodara.
Bahkan, sebelum kita lahirpun, Takdir hidup kita ini sudah ditentukan.
Untuk hal-hal yang namanya takdir tetap/absolut/tidak bisa diubah, ini wajib diterima! (yaitu tentang siapa ayah kita, siapa ibu kita, siapa saudara kandung kita, suku bangsa kita, ciri fisik kita, dll).
Nah, untuk takdir-takdir yang tidak tetap/bisa diubah, ini bisa kita perjuangkan, bisa kita usahakan. Toh kita juga tidak tahu kita ditakdirkan bagaimana, kita tidak tahu di masa depan kita bakalan jadi apa. Makanya, hiduplah dengan penuh usaha! Hiduplah sebagai sebuah perjuangan! Kemudian jemputlah takdir-takdir hebat hidup kita!
Share:

Backpacker..

Yakk.. berhubung liburan sudah semakin dekat...
aku jadi pengen cerita pengalaman liburan kamarin (baca: akhir tahun lalu).
Meskipun rada gak update, tp gpp lah ya hehe
Nah.. cerita ini tentang..

BACKPACKER-AN bareng keluarga ke Negeri tetangga.

So, the journey started at Des, 25th 2013.

Kami berangkatnya dari Pelabuhan Dumai, dengan kapal express. Perjalanan yang membelah laut itu ditempuh sekitar 2 jam..
"duuh aduuh jenong sayang kelihatan"

Pas nyampe, saya langsung ketawa.
Pelabuhannya beda banget! Pelabuhan di Malaka, Malaysia udah kayak bandara. Bagus. Bersih. Nyaman. dan Aman.. sedangkan Indonesia, oh no..

Selesai urusan imigrasi, kami keluar.. jeng jeng.. gatau mau kemana. ga ngerti mau naik apa...
Nanya sana sini, akhirnya nyetop taxi dan dianterin ke suatu hotel..

Malaka, kota nya kecil sih, tapi tertata banget. Pembangunan dimana-dimana, gak berantakan dan gak semrawut (ini bahasa indonesianya apa ya? ._.) Jalanannya besar dan gak macet. Catet! Gak macet.

nah sampai di Hotel..
kami istirahat sejenak, sambil nonton upin ipin... haha
Ganti2 chanel tv dan menemukan beberapa sinetron lama indonesia yang ditayangin, terus kerennya, mereka sering pake lagu indo untuk jadi soundtrack sinetron mereka. hmmm.

Malemnya, kami keluar, keliling2 dan ujung2nya nge-mall..
Satu hal yang lucu sih, ketika aku ngomong sok-sok pake bahasa inggris ke mereka, pas sok2 nanya, mereka jawab pake bahasa melayu. Kan sama-sama ngerti yak -__- #stupid.
Terus juga gak perlu khawatir lah, orang Indonesia beleak disini... kalo mereka nanya asal dari mana? Jangan jawab dari indonesia (malah diketawain), jawab daerah yang lebih spesifik (kayak Riau, Sumatera Barat, Jawa, dll)
Oke lanjutt...

Besoknya, setelah nemenin bunda check-up, kami ke KL...
Naik bus..
3 jam perjalanan..

Dari awal Ayah udah wanti-wanti supaya kemana2 jalan kaki aja. dan dengan rada sok, aku bilang “udah yah.. selo aja.. pasti kuat”.. 

Nyari hotel muter2. Jalan lumayan jauh. Akhirnya dapet, di daerah kampung india gitu.. hotelnya sendiri juga berbau-bau india..


Pas nyampe hotel sih rencananya istirahat dulu, setidaknya ngelurusin tulang-tulang... ehh... Ayah langsung ngajakin ke KLCC (Kuala Lumpur City Center).

Well. Kaki.. bertahanlah..

Awal-awalnya semangat banget, jalannya kayak tentara. Satu dua satu dua satu dua..
Lama-lama.. satu.. satu.. satu..
semakin lama.. tiap ketemu halte, wajib duduk dulu..
dek alya juga udah minta gendong terus, anak2 juga ngerti kali ya itu jauh banget 
-__-


akhirnya setelah 2,5 jam jalan... nyampe juga..
walaupun ngos2an tingkat dewa, setidaknya berfoto dulu lah ya di icon negara ini.. 


Setelah makan malam (KFC yang nasinya rasa rempah -__-), kami balik ke hotel..
Langsung tidur.. gak kebilang lagi capeknya..
Tp Ayah, entah dapet energi dari mana.. ngajakin keliling lagi..
Kami ber empat nyengir terus perlahan-lahan tidur.. zzzzzz...

huhu hari ini buat aku belajar satu hal : Ternyata Jalan kaki itu nyiksa sodara sodara.. gak ketolong.. (akibat jarang olahraga -_-)


27 Desember ‘13
Sekitar jam 7 (suasananya masih kayak jam 6 di indo), kami nyari sarapan..

Buat aku memang gaada yang bisa ngalahin nikmatnya makanan indo.. bahkan di sini aja, yang deket banget sama indo, tp rasa makanannya.. blehh...
Tp. Demi kelangsungan hidup.. mau tak mau ya tak makan juga.


Setelah sarapan, balik hotel. Siap2. And check out.. mau balik ke Malaka.
ternyata kalau mau ke malaka, gabisa naik dari terminal kami turun kemarin. Nanya sana sini.. terus disaranin naik bus kota ke terminal yang lain.

Kalo ga salah nama terminalnya Padu selatan. Agak jauh dr terminal yang satunya. Dan terminal ini jauh lebih bagus..

Nyampe Malaka langsung nyari makan. Keliling bentar beli oleh-oleh. Terus sorenya nyari hotel.. 
Jeng.. jeng.. ini dia.. hotel yg sangat fenomenal ituu...
 
sesuai dg tema Backpakeran hehe
 

paling ukurannya 3 x 3 meter, nyaris gaada space. 
bahkan solat jadinya diatas tempat tidur. huahuaaa

Malemnya kami ke suatu tempat.. bisa dibilang kayak area permainan gitu sih.
Ini diaa...


Nah ini lagi naik menara taming sari..
Tinggi bgt dan dalamnya tertutup. Dari sini kita bisa lihat hampir seluruh malaka. Keren.

O oww.. lucunya, abang ganteng kami takut ketinggian.
Karena takut, ayah jadinya cemas.. bahkan pas kami rada maju kedepanan, ayah langsung megangin, sambil bilang “dek dek udahlah dek, jangan maju kali, ngeri ayah”..
Kami? Otomatis ketawa.. wkwkwkwk
peace ayah..

Lanjut nemenin dek al...



28 Desember ‘13
Yook.. keliling malaka...

Trip ini diawali dg masuk ke Aquarium di salah satu mall.. 
berhubung status nya turis, pastinya harga2 tiket masuk jadi dua kali lipat. 

dan entah kenapa tiba2 datang bisikan2...
jeng.. jeng..
aku n nadil 'berinisiatif' jadi orang malay.
oke. 1/2 harga lewat...

nih dia dalamnya..



aquariumnya luas bgt, dan isinya binatang laut semua..
tp sorry fotonya cuma sedikit, soalnya banyak dalam format video..

oke lanjut..
kali ini ke taman2 gitu sih.. rumah merah, ada benteng juga, kapal, dll..
salutnya, tempat2 wisata yang sebenernya biasa bgt ini, terawat sekali. Bersih, dijaga, ahh... salut lah..










and the last..
kata bunda sih ini list yang paling penting..
Nyari baju india...

demi bunda, kampung india pun kakak datengin bun, haha

back to hotel and slept.


29 Desember '13
Pulang ke negeri tercinta..
4 hari melepaskan penat dan pulang membawa cerita..
So Happy..




Share:

Part 3. Time to Say Goodbye...

Yakk.. masih tentang traveling..
di tanggal 15 agustus, aku berencana untuk keliling cairo. 
Kemana sajakah? tidak tau. Naik apa? tidak tau. Arahnya kemana? tidak tau.
Tp dibalik ketidaktahuan ini aku belajar, bertanya kesana kemari, menaiki metro sambil siaga memperhatikan nama daerah setiap kali metro berhenti, tetap berjalan meskipun sangat kelelahan, meskipun tidak pasti tetapi tetap saja yakin tujuannya sudah didepan mata.. Ayo. Tinggal beberapa langkah..

destinasi : Sayeda Zainab
Nahh.. ini dia.. Ibn Tulun Masjid.. Masjid tertua di Africa..





Next: rencananya ke citadel salah el din.

citadelnya udah di depan mata..
Ehh gataunya ketemu mahasiswa indo. Beruntung. Saya beruntung. Rasanya memang begitu, seperti bertemu keluarga sendiri, padahal kenalpun tidak. Dan sejujurnya, mereka2 yg tinggal disini welcome sekali..
Akhirnya, diajakin ke makam-makam imam besar, salah satunya makam imam safi'i.. Diceritakan sejarah egypt sebelum dan sesudah islam masuk, dinasti-dinasti, raja-raja, dan tentang 4 imam besar islam..
Alhamdulillah, tour gratis yg mengesankan..

makam imam safi'i

Habis ashar, kami berpisah.. Mereka pulang, kami ke al-azhar park..


dari sini kelihatan citadel nya..
16 agustus.
Seakan energi pulih kembali. Aku n putri berangkat.. Tujuan: Alexandria. Demi kau wahai Library...
Masih dg tanpa tiket tetapi dapat tempat duduk, yaa setelah berkali-kali disuruh pindah karna pemilik tiket asli datang. Tidak masalah.. Cari tempat duduk lain, di usir, cari yg lain.. Hahahha
Just arrived
Disini, dapet tumpangan dr EP dr indo. Bermalam di apartmentnya.
Sebenernya misi kami cuma satu: Alexandria Library..
Jadilah, besoknya menghabiskan berjam-jam disini. Saya menganga. Kagum.
Coba aja ada satu kek gini di Indonesia, bisa ga pulang-pulang sanking betahnya...









super big books =D
Ups. Hampir lupa.
Ini kan 17an! 17an bro!!
Baru kali ini, saya merasa bangga jadi org indonesia. Sebelumnya, saya tidak terlalu menyukai negara ini. Kacau dr segala segi. Politik, ekonomi, pendidikan, sosial, ahh kehidupannya, orang2nya, sistemnya..
Tp ternyata, indonesia not that worst. Setelah berminggu-minggu disini dan membanding2kan.. Yaa.. Tidak seburuk itu, bahkan jauh lebih baik.
So.. For this independence day! Lets celebrate..



Minggu ke enam menjelang tujuh.
Back to Suez. Menjalani kehidupan seperti biasa.. Kerjaa.. Tanpa keluar malam lg. Ga selera.. Ada beberapa EP baru, the group has different..

Sampe akhirnya, di tanggal 22 Agustus
My last night in Suez.. Had a farewell party di salah satu cafe.
Haha!! Dan benar.. Semua org pada marahin aku, yaa tidak marah yg sebenarnya.
Gimana engga.. Aku ngilang, hampir 2 minggu tanpa kabar, mereka semua berpikir aku balik ke indo..
Wah semakin banyak saja org2 yg wajahnya baru. Berkenalan sana sini tp sialnya di hari itu pula langsung mengucapkan selamat tinggal. Its like, say hi and then say bye.
Sedih.. Setelah banyak melepas kawan2 yg balik ke negaranya, skrg saatnya aku yg balik ke negara ku. Saatnya aku yg pergi..
Meneteskan air mata.. Terima kasih teman.. 


24 agustus
Menyelesaikan rencana yg tertunda.. Citadel, semacam benteng.. Keren!! di dalam nya ada mesjid berdiri megah, namanya mesjid Muhammad Ali..
Citadel Salah El Din
 

itu diaa... masjid Muhammad Ali


dalam masjidnya dipenuhi lampu-lampu.. 
Cairo.. dalam pandangan mata..
pulangnya, singgah ke nile river...
25 agustus
My last trip.
Pyramids of Giza..
Exited bgt pas mau kesini.. Haha
Gimana engga? Seharusnya pyramids itu first destination ketika orang2 berkunjung ke egypt, ehh aku malah terakhir, di hari terakhir pula.
Sejujurnya sih, kagum sekali dg salah satu keajaiban dunia ini. Kagum.. Tapi, cuacanya, suhu, udaranya.. Buat aku meleleh.. Ga sanggup.. hhhhhh lambaikan tangan ke kamera...



Malamnya, ke Hayu Esyir.. Markasnya anak2 indo.. to say goodbye or maybe to say see you..
So sad..



Well. Thats my last day. My last night in Egypt..
Mungkin sebagian kalian berpikir aku kesana hanya untuk have fun, liburan, travel, menghabiskan uang, dsb..
Kesannya iya, tp sebenarnya tidak.

Dr semua hal yg aku lakukan disini, banyak sekali pelajaran yg bisa ku ambil..
Mungkin tidak sampai membuat dampak yg begitu besar buat komunitas di project ku, mungkin juga tidak sampai membuat anak-anak yg ku ajari mengalami perubahan drastis.. Tp setidaknya, aku menjadi lebih baik. Bagi diriku sendiri, aku merasakan perubahan itu.

Pergilah teman, cobalah hal-hal baru. Nikmati suasana baru.
Agar pikiran kita terbuka, agar kita lebih aware dg yg apa yg terjadi, agar kita bisa membuat perbandingan. 
Pergilah dan lihat bagaimana orang2 yg berbeda dg kita, pahami, dan ambil sisi baiknya
Pergilah. Selagi masih muda.. Kumpulkan pengalaman, kejarlah mimpi-mimpi, lakukan hal yg tidak pernah kau lakukan sebelumnya.

Pergilah. Dan temukan ilmu disetiap perjalanan.
Share: